fiqh

Monday, July 22, 2013

Cinta itu seperti menunggu bus

“Cinta itu seperti menunggu bus, terkadang bus yang datang bukanlah bus yang kau harapkan, dan saat bus yang kau harapkan datang, akan ada hambatan yang menghalangimu menaikinya, ini terjadi setiap saat”.
(ini adalah kutipan yang saya ambil dari salah satu film thailand yang tengah diputar di ‘bioskop’ sebelah..he).

Kenapa saya menuliskannya disini? karena ketika saya lihat tadi, spontan muncul bola lampu menyala diatas kepala saya dan berbunyi "ting"..he.
kalo dipikir-pikir emang bener kan, dan sepertinya gak perlu ditafshil lagi. Saat bus yang kita tunggu-tunggu datang, semua orang berlari dan berebut untuk menaikinya, dan kita, punya pilihan untuk naik dan berdesak-desakan dengan orang lain atau bersabar sejenak menunggu bus yang lain. Ketika kita tengah terburu-buru dan tak ada waktu lagi maka kita ikut masuk kedalamnya, namun ketika kita masih punya waktu dan tak ada alasan untuk berdesak-desakan kita memilih untuk menunggu bus yang lain karena kita yakin bus yang selanjutnya adalah bus yang memberi kita rasa nyaman selama perjalanan..

so, you have a choice..


Saturday, July 13, 2013

Gadis berwajah chinese itu..

Gadis berwajah chinese itu..

Kuteringat pada gadis berwajah Chinese itu, kala kunaiki bus transjakarta menuju stasiun kota, langsung kuambil tempat duduk yang masih kosong dari penghuninya. Saat kulihat sosok yang tengah duduk didepanku. Ya, gadis berwajah Chinese itu, gadis dengan sweater coklat putih dan celana panjang biru, dengan rambut terikat kebelakang dan poni indah hampir menutupi matanya, layaknya gadis di film-film korea yang sering kulihat, semakin membuatnya terlihat seperti boneka-boneka negri sakura.

Dan saat itu, di halte itu, ditengah sesaknya manusia dalam bus, kulihat ia tiba-tiba berdiri dan mempersilahkan ibu paruh baya yang berdiri didepannya untuk duduk ditempatnya. Dengan sopan ia mempersilahkan sang ibu untuk duduk. Dengan senyum terpancar dari wajahnya, sang ibupun tak ragu-ragu menerima tawaran si gadis Chinese.

Seketika kuterkagum pada sosoknya,

Pada gadis berwajah Chinese itu,

Pada lembut hatinya,

Yang semakin menambah indah parasnya,

Seketika hatiku berbisik, andai wajah dan rambut itu terbalut hijab, pasti kan menambah kagumku padanya. Ya, pada gadis berwajah Chinese itu..

Tiba di halte Kota, kulihat sosok itupun turun dari bus, karena ku tengah terburu-buru, akupun berlari dan melewati sosok itu.

Ya, sosok berwajah Chinese itu..