fiqh

Friday, June 28, 2013

Mencoba..?? why not…

coba-coba, nyoba, mencoba, sama nggak siyy?
Bahkan, dalam satu kata sendiri mempunyai banyak arti, misalnya:
Ketika cewe tengah berbelanja : Aku mau nyoba baju ini, cocok nggak..??
Berbeda dengan si Thomas yang berkata pada Joe : eh Joe, loe wajib nyoba ini deh, loe pasti bakal ngefly n lupa masalah loe..
Ya, itulah kata.
Indahnya kata, tak terkira.

Back to ‘mencoba’
Terkadang, Ketika kita ingin melakukan hal yang baru, hal yang berbeda dari kebiasaan kita, sering kali muncul rasa takut tuk melakukannya. Entah rasa takut dibilang sok lah, takut hasil yang nggak sempurna lah, takut gagal lah, pokoknya seabrek rasa takut seketika muncul. Ya, itu bukan hal yang aneh lagi, manusiawi lah, lantas ketika ia muncul harus kita ikuti atau justru kita lawan?

Rasa takut yang paling sering muncul adalah takut akan persepsi dan tanggapan orang lain yang tak selaras dengan yang kita harapkan, tapi ya maklum saja, wong baru mencoba sekali. Nanti kalo udah dua, tiga kali juga lama-lama bagus. Jangan hiraukan mereka. Lagian belum tentu kan dia yang tadi mengcomment kita bisa melakukannya lebih dari kita.

Thomas Alva Edison, sang penemu lampu lampu pijar. Kalian semua pasti tahu dia,tapi...Tahukah kalian..berapa kali dia gagal???10 kali?100 kali? 1000? Lebiih sodaraa.. bahkan seorang ilmuwan seperti beliau melakukan percobaan sampai 9.998 kali, dan itupun masih gagal. Namun, ia tak pernah menyerah, tak ada kata putus asa dalam kamus hidupnya. Yang akhirnya pada percobaan yang ke 9.999 kali barulah ia berhasil. Bayangkan kalau dipercobaannya yang ke 9.998 tadi dia menyerah, takkan pernah kita nikmati malam yang terang benderang dengan cahaya lampu disana-sini.

Apalagi kita yang telah terlahir sebagai muslim, Allah sendiri telah berfirman لا تيئسوا من روح الله... (janganlah kalian perputus asa dari Rahmat Allah), bahkan itu Allah sendiri yang bilang, masa iya kita sebagai umatnya gak mau ngikutin. Allah itu beserta prasangka hambaNYA. Kalo kita yakin yang kita lakukan adalah hal yang baik, hal yang mampu membuat kita lebih maju, why not? kenapa harus ada rasa takut?? Segera lawan, karena ia nya datang dari syetan yang akan membuat manusia ragu-ragu dan bimbang dan membuang keyakinan yang ia miliki.

Lakukanlah dan yakinlah kalo kamu bisa, karena sesungguhnya apa yang kita usahakan adalah wujud dari rasa syukur kita terhadap nikmat yang diberikanNYA. Kita menggunakan indera, akal dan pikiran untuk senantiasa berpikir, belajar, membaca, menambah wawasan. bukankah itu wujud dari rasa syukur terhadap nikmatNYA..

wallahu a'lam bishshawwaab..


Ya, mawlaa,,kumpulkanlah kami beserta hamba-hambaMU yang senantisa bersyukur atas nikmatMU..

No comments:

Post a Comment