coba-coba,
nyoba, mencoba, sama nggak siyy?
Bahkan, dalam
satu kata sendiri mempunyai banyak arti, misalnya:
Ketika cewe
tengah berbelanja : Aku mau nyoba baju ini, cocok nggak..??
Berbeda dengan
si Thomas yang berkata pada Joe : eh Joe, loe wajib nyoba ini deh, loe pasti
bakal ngefly n lupa masalah loe..
Ya, itulah kata.
Indahnya kata, tak terkira.
Back to ‘mencoba’
Terkadang, Ketika kita ingin melakukan hal yang baru, hal
yang berbeda dari kebiasaan kita, sering kali muncul rasa takut tuk
melakukannya. Entah rasa takut dibilang sok lah, takut hasil yang nggak
sempurna lah, takut gagal lah, pokoknya seabrek rasa takut
seketika muncul. Ya, itu bukan hal yang aneh lagi, manusiawi lah, lantas
ketika ia muncul harus kita ikuti atau justru kita lawan?
Rasa takut yang paling sering muncul adalah takut akan
persepsi dan tanggapan orang lain yang tak selaras dengan yang kita harapkan, tapi
ya maklum saja, wong baru mencoba sekali. Nanti kalo udah dua, tiga kali
juga lama-lama bagus. Jangan
hiraukan mereka. Lagian belum tentu kan dia yang tadi mengcomment kita bisa
melakukannya lebih dari kita.
Thomas Alva Edison, sang penemu lampu lampu pijar. Kalian
semua pasti tahu dia,tapi...Tahukah kalian..berapa kali dia gagal???10 kali?100
kali? 1000? Lebiih sodaraa.. bahkan seorang ilmuwan seperti
beliau melakukan percobaan sampai 9.998 kali, dan itupun masih gagal. Namun, ia
tak pernah menyerah, tak ada kata putus asa dalam kamus hidupnya. Yang akhirnya
pada percobaan yang ke 9.999 kali barulah ia berhasil. Bayangkan kalau
dipercobaannya yang ke 9.998 tadi dia menyerah, takkan pernah kita nikmati
malam yang terang benderang dengan cahaya lampu disana-sini.
Apalagi kita yang telah terlahir sebagai muslim, Allah
sendiri telah berfirman لا تيئسوا من روح الله... (janganlah kalian perputus asa dari Rahmat Allah), bahkan itu
Allah sendiri yang bilang, masa iya kita sebagai umatnya gak mau
ngikutin. Allah itu beserta prasangka hambaNYA. Kalo kita yakin yang kita
lakukan adalah hal yang baik, hal yang mampu membuat kita lebih maju, why not? kenapa
harus ada rasa takut?? Segera lawan, karena ia nya datang dari syetan yang akan
membuat manusia ragu-ragu dan bimbang dan membuang keyakinan yang ia miliki.
Lakukanlah dan yakinlah kalo kamu bisa, karena sesungguhnya apa
yang kita usahakan adalah wujud dari rasa syukur kita terhadap nikmat yang
diberikanNYA. Kita menggunakan indera, akal dan pikiran untuk senantiasa
berpikir, belajar, membaca, menambah wawasan. bukankah itu wujud dari rasa syukur terhadap nikmatNYA..
wallahu a'lam bishshawwaab..
Ya, mawlaa,,kumpulkanlah kami beserta hamba-hambaMU yang
senantisa bersyukur atas nikmatMU..
No comments:
Post a Comment