Hari
ini adalah hari ketiga ujian. Diisi dengan materi tauhid. Dari 28 bab materi tauhid semester ini, ada salah satu bab yang
berisi hadits yang begitu menarik buat saya dan mendorong saya untuk
menuliskannya disini. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.
Bahwasanya
ia mendengar Rasulullah SAW bersabda :”sesungguhnya ada tiga orang dari bani
israil : masing-masing mereka itu abrash (berpenyakit kulit), aqra’ (kepalanya botak),
dan a’ma (buta), kemudian Allah ingin menguji mereka, maka Allah mengutus
seorang malaikat.
Datanglah
malaikat itu kepada pemuda pertama, kemudian berkata :
Malaikat
: “apakah sesuatu yang paling kamu senangi?”
Pemuda
1 : “warna yang bagus, kulit yang bagus, sehingga hilanglah sesuatu yang
menyebabkan orang menjauhiku”
Kemudian
malaikat pun mengusapnya, dan hilanglah darinya penyakitnya, dan diganti dengan
warna dan kulit yang bagus.
Kemudian
malaikat berkata lagi :
Malaikat
: “ harta apakah yang paling kamu senangi?”
Pemuda
1 : “onta “
Kemudian
diberinya onta betina yang tengah hamil. “barakallahu laka fiiha” ucap
malaikat.
Kemudian
malaikat tadi mendatangi orang yang kedua (aqra’). Kemudian berkata:
Malaikat
: apakah sesuatu yang paling kamu senangi?”
Pemuda
2 : “rambut yang indah, sehingga hilanglah rasa jijik orang terhadapku”.
Kemudian
malaikat pun mengusapnya dan hilanglah botak itu darinya dan digantinya dengan
rambut yang indah.
Kemudian
malaikat bertanya lagi :
Malaikat
:”harta apakah yang paling kamu senangi?”
Pemuda 2 : “sapi”.
Kemudian diberinya sapi yang tengah hamil. “barakallahu laka fiiha”,
ucap malaikat.
Kemudian
malaikat tadi mendatangi orang yang ketiga (a’ma). Kemudian berkata :
Malaikat
:”apakah sesuatu yang paling kamu senangi?”
Pemuda
3 : “aku ingin Allah mengembalikan penglihatanku, sehingga aku bisa kembali
melihat”.
Kemudian malaikat mengusapnya dan Allah mengembalikan penglihatannya.
Malaikat
:”apa harta yang paling kamu senangi?”
Pemuda
3 : “domba”. Kemudian diberinya domba betina yang tengah hamil.
Kemudian
masing-masing dari ketiganya menghasilkan kumpulan onta, kumpulan sapi dan kumpulan
domba.
Beberapa
waktu kemudian, datanglah kembali malaikat itu dengan mewujud sebagai manusia.
Kemudian berkata :
Malaikat
:”aku adalah seorang lelaki miskin yang sedang dalam perjalanan, maka tidak ada
harapanku selain Allah dan engkau. Demi Dzat yang telah memberimu warna kulit
yang indah, aku meminta padamu seekor ba’ir (sejenis onta tapi bukan jenis onta
yang terbaik, namun hanya onta yang sering dipakai untuk bepergian) yang
dengannya aku bisa meneruskan perjalananku”.
Pemuda
1 : “alhuquuqu katsiroh, harta yang kumiliki sekarang ini berkenaan dengan
banyak hak, bukan hanya hakmu saja.
Malaikat
:”sepertinya aku mengenalmu. Bukankah engkau dulu yang punya penyakit kulit
sehingga orang-orang menjauhimu, dan dulu engkau miskin kemudian Allah
memberimu harta?”.
Pemuda
1 :”sesungguhnya aku mewarisi harta ini dari orang tuaku.”
Kemudian
malaikat berkata :
Malaikat:
“jika engkau berbohong maka Allah akan mengembalikanmu ke kedaanmu dulu”.
Kemudian
malaikat mendatangi pemuda yang kedua. Kemudian berkata seperti yang dikatakan
pada pemuda pertama. Dan dia pun menolaknya seperti apa yang dilakukan pemuda
pertama.
Malaikat
:” jika engkau berbohong maka Allah akan mengembalikanmu ke kedaanmu dulu”.
Kemudian
malaikat tadi mendatangi pemuda yang ketiga. Dan berkata:
Malaikat
:” aku adalah seorang lelaki miskin yang sedang dalam perjalanan, maka tidak
ada harapanku selain Allah dan engkau. Demi Dzat yang telah mengembalikan
penglihatanmu, aku meminta padamu seekor domba yang dengannya aku bisa
meneruskan perjalananku”.
Pemuda
3 :”sesungguhnya aku dulu buta, kemudian Allah mengembalikan penglihatanku;
maka ambillah apa yang kamu sukai dan kamu inginkan. Demi Allah, sesungguhnya
aku tak pernah bersusah payah dengan harta yang engkau ambil ini untuk engkau
pakai di jalan Allah.
Malaikat:
“ambillah kembali hartamu, dan jagalah hartamu, sesungguhnya aku hanya diutus
untuk mengujimu. Sungguh Allah telah ridho terhadapmu, dan murka terhadap kedua
temanmu”.
(HR.Bukhari & Muslim)
Begitu
banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah tadi.
Fa
biayyi aalaa’i robbikuma tukadzdzibaan..maka nikmat Tuhan yang manakah yang
engkau dustakan.
Sering
kita lalai terhadap Allah, dan lupa bahwa segala harta yang ada adalah titipan dariNya. Dialah yang telah memberi segalanya. Sungguh
orang-orang disekeliling kita hanyalah perantara. Dan Dialah sebaik-baik
pemberi.
Ya
Rabb, jauhkanlah kami dari sifat kufur. Kumpulkanlah kami beserta hamba-hambaMu
yang selalu bersyukur atas nikmat yang telah Engkau berikan.
wallahu a'lam bishshawab
(ternyata menuliskannya dengan bahasa indonesia jauh lebih panjang, padahal hadits aslinya gak sepanjang ini).
(ternyata menuliskannya dengan bahasa indonesia jauh lebih panjang, padahal hadits aslinya gak sepanjang ini).
@nisaandromeda
4
januari 2014 - 16:14pm