fiqh

Saturday, January 4, 2014

syukur dan kufur

Hari ini adalah hari ketiga ujian. Diisi dengan materi tauhid. Dari 28 bab materi tauhid semester ini, ada salah satu bab yang berisi hadits yang begitu menarik buat saya dan mendorong saya untuk menuliskannya disini. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

Bahwasanya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda :”sesungguhnya ada tiga orang dari bani israil : masing-masing mereka itu abrash (berpenyakit kulit), aqra’ (kepalanya botak), dan a’ma (buta), kemudian Allah ingin menguji mereka, maka Allah mengutus seorang malaikat.

Datanglah malaikat itu kepada pemuda pertama, kemudian berkata :

Malaikat : “apakah sesuatu yang paling kamu senangi?”
Pemuda 1 : “warna yang bagus, kulit yang bagus, sehingga hilanglah sesuatu yang menyebabkan orang menjauhiku”

Kemudian malaikat pun mengusapnya, dan hilanglah darinya penyakitnya, dan diganti dengan warna dan kulit yang bagus.

Kemudian malaikat berkata lagi :
Malaikat : “ harta apakah yang paling kamu senangi?”
Pemuda 1 : “onta “
Kemudian diberinya onta betina yang tengah hamil. “barakallahu laka fiiha” ucap malaikat.

Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang kedua (aqra’). Kemudian berkata:
Malaikat : apakah sesuatu yang paling kamu senangi?”
Pemuda 2 : “rambut yang indah, sehingga hilanglah rasa jijik orang terhadapku”.

Kemudian malaikat pun mengusapnya dan hilanglah botak itu darinya dan digantinya dengan rambut yang indah.

Kemudian malaikat bertanya lagi :
Malaikat :”harta apakah yang paling kamu senangi?”
Pemuda 2 : “sapi”. 
Kemudian diberinya sapi yang tengah hamil. “barakallahu laka fiiha”, ucap malaikat.

Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang ketiga (a’ma). Kemudian berkata :
Malaikat :”apakah sesuatu yang paling kamu senangi?”
Pemuda 3 : “aku ingin Allah mengembalikan penglihatanku, sehingga aku bisa kembali melihat”. 

Kemudian malaikat mengusapnya dan Allah mengembalikan penglihatannya.
Malaikat :”apa harta yang paling kamu senangi?”
Pemuda 3 : “domba”. Kemudian diberinya domba betina yang tengah hamil.

Kemudian masing-masing dari ketiganya menghasilkan kumpulan onta, kumpulan sapi dan kumpulan domba.

Beberapa waktu kemudian, datanglah kembali malaikat itu dengan mewujud sebagai manusia. Kemudian berkata :

Malaikat :”aku adalah seorang lelaki miskin yang sedang dalam perjalanan, maka tidak ada harapanku selain Allah dan engkau. Demi Dzat yang telah memberimu warna kulit yang indah, aku meminta padamu seekor ba’ir (sejenis onta tapi bukan jenis onta yang terbaik, namun hanya onta yang sering dipakai untuk bepergian) yang dengannya aku bisa meneruskan perjalananku”.

Pemuda 1 : “alhuquuqu katsiroh, harta yang kumiliki sekarang ini berkenaan dengan banyak hak, bukan hanya hakmu saja.

Malaikat :”sepertinya aku mengenalmu. Bukankah engkau dulu yang punya penyakit kulit sehingga orang-orang menjauhimu, dan dulu engkau miskin kemudian Allah memberimu harta?”.

Pemuda 1 :”sesungguhnya aku mewarisi harta ini dari orang tuaku.”

Kemudian malaikat berkata :
Malaikat: “jika engkau berbohong maka Allah akan mengembalikanmu ke kedaanmu dulu”.

Kemudian malaikat mendatangi pemuda yang kedua. Kemudian berkata seperti yang dikatakan pada pemuda pertama. Dan dia pun menolaknya seperti apa yang dilakukan pemuda pertama.

Malaikat :” jika engkau berbohong maka Allah akan mengembalikanmu ke kedaanmu dulu”.

Kemudian malaikat tadi mendatangi pemuda yang ketiga. Dan berkata:

Malaikat :” aku adalah seorang lelaki miskin yang sedang dalam perjalanan, maka tidak ada harapanku selain Allah dan engkau. Demi Dzat yang telah mengembalikan penglihatanmu, aku meminta padamu seekor domba yang dengannya aku bisa meneruskan perjalananku”.

Pemuda 3 :”sesungguhnya aku dulu buta, kemudian Allah mengembalikan penglihatanku; maka ambillah apa yang kamu sukai dan kamu inginkan. Demi Allah, sesungguhnya aku tak pernah bersusah payah dengan harta yang engkau ambil ini untuk engkau pakai di jalan Allah.

Malaikat: “ambillah kembali hartamu, dan jagalah hartamu, sesungguhnya aku hanya diutus untuk mengujimu. Sungguh Allah telah ridho terhadapmu, dan murka terhadap kedua temanmu”.

(HR.Bukhari & Muslim)

Begitu banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah tadi.
Fa biayyi aalaa’i robbikuma tukadzdzibaan..maka nikmat Tuhan yang manakah yang engkau dustakan.
Sering kita lalai terhadap Allah, dan lupa bahwa segala harta yang ada adalah titipan dariNya. Dialah yang telah memberi segalanya. Sungguh orang-orang disekeliling kita hanyalah perantara. Dan Dialah sebaik-baik pemberi.

Ya Rabb, jauhkanlah kami dari sifat kufur. Kumpulkanlah kami beserta hamba-hambaMu yang selalu bersyukur atas nikmat yang telah Engkau berikan.

wallahu a'lam bishshawab

(ternyata menuliskannya dengan bahasa indonesia jauh lebih panjang, padahal hadits aslinya gak sepanjang ini).

@nisaandromeda
4 januari 2014 - 16:14pm



No comments:

Post a Comment