fiqh

Sunday, March 2, 2014

Belajar dari Ibnu Hurmuz

Beliau adalah guru dari Imam Malik (pendiri madzhab Maliki). Beliau adalah orang yang sangat tawadhu dan hati-hati dalam menyampaikan ilmu.

Dalam kitab Jami’ Bayan al Ilmi wa Fadhlih yang ditulis oleh Ibnu Abdil Baar dikisahkan: bahwasanya dulu ketika Imam Malik ber-guru pada Ibnu Hurmuz dia selalu datang bersama temannya Abdul Aziz bin Salamah. Dan selain mereka juga ada orang lain yang ikut datang menimba ilmu kepada Ibnu Hurmuz. Dia adalah Muhammad bin Ibrahim bin Dinar.

Dikisahkan bahwa jika Imam Malik dan Abdul Aziz bertanya tentang suatu hal, Ibnu Hurmuz selalu menjawabnya. Akan tetapi hal yang berbeda jika Ibnu Dinar yang bertanya justru Ibnu Hurmuz lebih banyak diam dan tak menjawabnya.

Maka akhirnya Ibnu Dinar datang dan menemui Ibnu Hurmuz.
“wahai guru, aku ingin bertanya padamu tentang suatu hal yang selama ini ingin kukatakan.”

“Apakah itu?” Tanya Ibnu Hurmuz.

“Kenapa setiap kali Malik dan Abdul Aziz bertanya, guru selalu menjawabnya. Sedangkan jika kami yang bertanya guru malah diam?”

“Apakah itu menyakiti hatimu?” Tanya Ibnu Hurmuz.

“Betul wahai guru,” jawab Ibnu Dinar.

Kemudian Ibnu Hurmuz menjawab:
“sesungguhnya aku ini adalah orang yang sudah tua, dan aku takut ke-tua-anku menggerogoti akalku sebagaimana ia menggerogoti tubuhku, dan sangat mungkin bagiku berbuat kesalahan”.

“malik dan Abdul Aziz adalah orang yang pintar dan berilmu, maka jika aku katakan sesuatu yang benar maka mereka menerimanya, dan jika aku katakana sesuatu yang salah mereka akan menolak dan tak akan menyampaikannya pada orang lain”.

“Sedangkan kamu dan teman-temanmu tidaklah seperti mereka. semua yang aku katakan, kamu terima. Maka aku takut jika aku menjawab dengan jawaban yang salah, engkau terima dan kemudian menyampaikannya pada orang lain dan itu akan menjadi dosa yang berlipat bagiku”.

Jawaban yang sangat indah. Kisah yang sangat inspiratif. Sikap hati-hati dalam menyampaikan ilmu. Apalagi ilmu syariah. Karena ia bukanlah seperti ilmu yang lainnya. Bahkan ia berhubungan erat dengan pahala dan dosa.

So, just tell what you believe..

Sunday, 2nd march ‘14
@nisaandromeda

No comments:

Post a Comment