fiqh

Monday, November 11, 2013

Karena Adil Tak Selalu Sama


Dewasa ini, sudah menjadi hal yang biasa ketika seorang wanita bekerja, dan beraktifitas layaknya pria. Bekerja di kantor, di perusahaan ataupun profesi lainnya.

Dan dengan hal yang dipandang biasa itulah, muncul statement “seorang wanita juga punya hak seperti pria, namun kenapa seolah islam membedakannya, malah seolah kedudukan wanita itu selalu dibawah pria, sebagai contoh dalam hal warisan”.

Bagaimana kita menjawab statement tersebut?

Firman Allah yang terdapat dalam surah An nisa 176

.....فاللذكر مثل حظ الأنثيين...
“….maka bagian seorang laki-laki sama dengan bagian dua orang perempuan…”

Ya, ayat tersebut menjadi hujjah mereka.
Namun,

أأنتم أعلم أم الله........
“….kamukah yang lebih tau, atau Allah?....” (an nisa 140)

Ketika Allah menurunkan suatu ayat, pasti terdapat sisi kebaikan yang terkandung didalamnya dan terkadang kitalah yang belum bisa memahami.  Dan ayat tersebut, mengapa Allah menjadikan bagian laki-laki dua kali bagian perempuan, ada banyak faktor, diantaranya :

1.       Seorang laki-laki ketika dia menikah, dia harus memberi mahar pada istri.
2.       Ketika dia telah berkeluarga, dia berkewajiban untuk menafkahi keluarga.

Bukankah itu sudah menjadi bukti bahwa islam tidaklah menjadikan kedudukan wanita dibawah pria. Justru sebaliknya, Islam begitu memuliakan wanita,memuliakannya dengan diberikannya mahar ketika menikah, menjadikannya “ratu” dalam rumah tangga, dia tak harus bersusah payah mencari uang karena suaminya lah yang berkewajiban untuk itu.

Adilkah kita, ketika memberi uang kepada adik kita misalnya, yang masih TK dengan nominal yang sama dengan adik kita yang duduk dibangku SMP? Tentu tidak, karena tentunya kebutuhannya pun berbeda, anak SMP mempunyai kebutuhan yang jauh lebih banyak dibanding TK, dan harus kita lihat sisi maslahah pada keduanya.

Hal yang harus selalu kita ingat, bahwa yang namanya ADIL itu TAK harus SAMA. Tapi adil adalah menempatkan sesuatu sesuai dengan tempat dan kapasitasnya.

Sungguh Allah maha Adil, tiada yang mampu menandingi keadilanNYA

Wallahu a’lam bishshawab..

.

No comments:

Post a Comment