Siapa yang tak kenal Ibnu Umar. Beliau adalah Abdullah bin
Umar, anak dari amirul mukminin, Umar bin Khattab. Namun lebih dikenal dengan
nama Ibnu Umar. Karena pada waktu itu ada banyak nama Abdullah, seperti
Abdullah bin Abbas, Abdulah bin Mas'ud, dll.
Beliau adalah perawi hadits dan juga sahabat yang dikenal
sangat sering bermulazamah dengan Rasulullah.
Tak ada sahabat Rasul yang tidak cinta kepada Rasul. Mereka
menunjukkan kecintaannya dengan menjalankan sunnah-sunnahnya. Begitu pun Ibnu
Umar. Bahkan saking cintanya, pada Rasul, dia tidak hanya mengikuti perintah
dan sunnah-sunnahnya, tapi juga sampai hal terkecil yang bahkan sahabat lain
tidak melakukannya.
Pernah suatu hari Ibnu Umar melihat Rasulullah berjalan di
suatu tempat, dan ketika melewati sebuah pohon, Rasul berjalan memutari pohon
tersebut. Besoknya pun begitu.
Dan ketika Rasulullah telah wafat, suatu hari Ibnu Umar
berjalan dengan sahabat yang lain, dan melewati tempat dimana dulu Rasul selalu
memutari pohon disitu. ketika itu, pohon itu telah ditebang dan sudah tak ada
bekasnya. Namun beliau masih sangat ingat tempatnya.
Ibnu Umar tiba-tiba berjalan memutari tempat dimana pohon
itu dulu tumbuh.
Para sahabat bertanya,"wahai ibnu umar, apa yang kau
lakukan..?".
"dulu disini ada sebuah pohon, dan tiap Rasul lewat
ditempat ini, beliau berjalan memutari pohon itu", jawab Ibnu Umar.
bayangkan, saking cintanya kepada Rasul bahkan hal-hal yang
sekecil itu pun diikuti. Padahal itu kan
bukan sunnah. Namun Ibnu Umar pun mengikutinya, sebagai bentuk cintanya pada
Rasul.
والآن، أين نحن منهم؟
sudahkah kita mengikuti sunnah-sunnahnya?
bahkan, hal-hal yang wajib pun sering kita tinggalkan.
Pantaskah kita disebut Umat yang mencintainya?
wallahu a'lam bishshawab.. ^_^
.jpg)
No comments:
Post a Comment